Berita Terkini

Parmas Insight Chapter #11 Disabilitas dan Aksesibilitas Pilkada (Sosialisasi Inklusif untuk Pemilih Rentan)

Cianjur - KPU Kabupaten Cianjur mengikuti kegiatan Parmas Insight Chapter #11 yang digelar secara daring oleh KPU Provinsi Jawa Barat dan diikuti oleh seluruh KPU kabupaten/kota se-Jawa Barat, Rabu (7/1).

Dari KPU Kabupaten Cianjur, kegiatan ini diikuti oleh Ketua Divisi Sosdiklih Parmas dan SDM Fikri Audah NSY. Turut ikut dalam kegiatan ini Kasubbag Parhubmas dan SDM, Ipan Yuspian Firmansyah, beserta jajaran staf.

Mengusung tema “Disabilitas dan Aksesibilitas Pilkada (Sosialisasi Inklusif untuk Pemilih Rentan)”, kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat komitmen penyelenggara pemilu dalam menghadirkan Pilkada yang ramah bagi seluruh lapisan masyarakat. Acara diawali dengan sambutan Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat KPU Provinsi Jawa Barat, Hedi Ardia, yang menekankan pentingnya pendekatan inklusif dalam setiap program pendidikan pemilih.

Sebagai keynote speaker, Ketua Divisi Sosdiklih Parmas KPU Provinsi Kalimantan Tengah, Harmain, memaparkan praktik pelaksanaan pendidikan pemilih inklusif di wilayahnya. Ia mengulas proses perencanaan, pengemasan materi yang adaptif, hingga strategi pelaksanaan di lapangan, termasuk tantangan yang kerap dihadapi. Menurutnya, keberhasilan pendidikan pemilih inklusif ditentukan oleh keseriusan penyelenggara dalam memahami kebutuhan pemilih disabilitas.

Kegiatan ini juga diisi dengan pemaparan dari KPU Kota Cirebon, Hasan Basri dan KPU Kabupaten Sumedang, Fajar Septian yang berbagi praktik dalam menjangkau pemilih disabilitas. Sesi diskusi berlangsung dinamis dengan melibatkan peserta dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Barat serta perwakilan KPU dari sejumlah provinsi, sehingga tercipta pertukaran ide dan solusi yang konstruktif.

Menutup rangkaian kegiatan, Hedi Ardia kembali menegaskan bahwa pendidikan pemilih inklusif harus dibangun dengan sensitivitas sosial dan empati, bukan sekadar pendekatan administratif. Melalui kegiatan ini, KPU Kabupaten/Kota diharapkan mampu merancang program pendidikan pemilih yang inovatif, berbasis segmentasi pemilih, dan berorientasi pada inklusivitas, sebagai langkah nyata memperkuat kualitas demokrasi yang berkeadilan.

#KPUMelayani

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Telah dilihat 17 kali